LKTD Ormawa Fakultas Syariah IAIN Langsa Tekankan Growth Mindset dan Peran Strategis Mahasiswa
Langsa, 7 September 2026. Fakultas Syariah IAIN Langsa menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) bagi Organisasi Mahasiswa (Ormawa) pada Senin (7/9/2026) di Ruang Rapat Fakultas Syariah IAIN Langsa. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari seluruh organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Syariah sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan, wawasan organisasi, dan kemampuan mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan sosial.
Kegiatan tersebut dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Syariah IAIN Langsa yang diwakili oleh Wakil Dekan III, Budi Juliandi, M.A. Dalam sambutannya, Budi Juliandi menegaskan bahwa organisasi mahasiswa merupakan salah satu ruang penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan, karakter, kemampuan komunikasi, dan keterampilan sosial yang melengkapi proses pembelajaran akademik di dalam kelas.

Menurutnya, pengalaman berorganisasi memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar bekerja sama, mengelola perbedaan, mengambil keputusan, serta bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan.
Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan mahasiswa harus dibangun di atas fondasi integritas, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, dan kepedulian sosial. Karena itu, organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Syariah diharapkan tidak hanya menjadi wadah aktivitas kemahasiswaan, tetapi juga menjadi ruang kaderisasi yang mampu melahirkan calon-calon pemimpin masa depan.
Mahasiswa harus menjadikan organisasi sebagai ruang untuk belajar dan mengembangkan diri. Kepemimpinan tidak cukup hanya dengan kemampuan berbicara, tetapi juga membutuhkan integritas, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat,demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Budi Juliandi juga mendorong mahasiswa untuk memperkuat budaya literasi dan kemampuan berpikir kritis. Menurutnya, aktivis mahasiswa perlu memiliki kemampuan memahami informasi secara objektif agar dapat mengambil posisi dan menyampaikan pandangan secara argumentatif di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.
Kegiatan LKTD menghadirkan dua narasumber, yaitu Taufiq Ridla M., praktisi pendidikan dan konsultan pengembangan sumber daya manusia, serta Dr. Muhammad Alkaf, M.S.I., akademisi dan pegiat sosial.
Pada sesi pertama, Taufiq Ridla M. menyampaikan materi bertajuk Growth Mindset bagi Calon Pemimpin Organisasi Mahasiswa Masa Depan.Ia menekankan bahwa kepemimpinan bukanlah kemampuan yang terbentuk secara instan, melainkan hasil dari proses belajar, pengalaman, refleksi, dan kemauan untuk terus berkembang.
Salah satu konsep yang menarik perhatian peserta adalah Pygmalion Effect, yakni fenomena psikologis yang menggambarkan bagaimana ekspektasi positif terhadap seseorang dapat memengaruhi peningkatan kinerja dan pencapaiannya. Mahasiswa diajak memahami bahwa kepercayaan terhadap potensi seseorang dapat menjadi kekuatan yang mendorong lahirnya performa terbaik.
Dalam konteks organisasi mahasiswa, konsep tersebut memiliki relevansi yang kuat. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu mengembangkan dirinya, tetapi juga harus mampu melihat potensi anggota dan memberikan kepercayaan kepada mereka. Ketika anggota organisasi merasa dipercaya, dihargai, dan diberikan ruang untuk berkembang, mereka akan memiliki dorongan yang lebih besar untuk mengambil tanggung jawab dan mengembangkan kapasitasnya.
Taufiq juga mengajak mahasiswa untuk meninggalkan fixed mindset, yaitu pola pikir yang memandang kemampuan sebagai sesuatu yang relatif tetap. Sebaliknya, mahasiswa didorong membangun growth mindset dengan memandang tantangan sebagai kesempatan belajar dan kegagalan sebagai bagian dari proses pengembangan diri.
Sementara itu, sesi kedua diisi oleh Dr. Muhammad Alkaf, M.S.I. dengan tema Mahasiswa dan Pergerakan. Materi disampaikan secara dialogis dan melibatkan peserta dalam diskusi aktif mengenai posisi dan peran mahasiswa dalam kehidupan sosial.
Dr. Muhammad Alkaf mengajak mahasiswa memahami kembali posisi strategis mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change), kontrol sosial (social control), dan kekuatan moral (moral force). Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki kepekaan terhadap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Dialog berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan peserta, khususnya mengenai tantangan gerakan mahasiswa di era digital, pentingnya literasi, serta bagaimana organisasi mahasiswa dapat tetap relevan dalam merespons perubahan sosial.
Selain mendapatkan materi kepemimpinan dan pergerakan, peserta juga mengikuti latihan membuat resume berita dari beberapa harian nasional. Latihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan membaca kritis, memahami isu aktual, memilah informasi, serta menyusun informasi secara ringkas dan sistematis.
Melalui pelaksanaan LKTD ini, Fakultas Syariah IAIN Langsa berharap organisasi mahasiswa dapat menjadi ruang kaderisasi yang efektif dalam membentuk mahasiswa yang memiliki kapasitas kepemimpinan, berpikir kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Fakultas Syariah IAIN Langsa dalam mendorong lahirnya generasi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengambil peran konstruktif dalam kehidupan organisasi, masyarakat, dan bangsa.
Humas Fak. Syariah